Ceria dan Penuh Semangat, Pesantren Cendekia Puruhita Sambut Tahun Ajaran Baru
GOWA – Senyum ceria dan tawa renyah menghiasi wajah-wajah baru di lingkungan Pesantren Modern Cendekia Puruhita. Setelah menyelesaikan masa orientasi atau Masa Ta'aruf (perkenalan), hari-hari efektif tahun ajaran 2025/2026 kini telah dimulai, membawa semangat baru bagi seluruh sivitas akademika.
Suasana di pesantren yang berlokasi di Romang Polong, Kabupaten Gowa ini terasa hidup dan penuh kebahagiaan. Para murid baru, yang datang dari berbagai daerah, tampak antusias memulai babak baru pendidikan mereka. Momen perkenalan dengan teman seangkatan, kakak kelas, dan para guru menjadi serba-serbi awal yang tak terlupakan.
Pimpinan Pesantren menyambut hangat kehadiran seluruh murid, khususnya para santriwan dan santriwati baru. Menurutnya, menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan di hari-hari pertama adalah kunci agar murid dapat beradaptasi dengan baik.
"Selamat datang, anak-anak kami, para calon cendekiawan di rumah kedua kalian. Hari-hari pertama ini adalah fondasi. Kami ingin mereka merasa diterima, aman, dan bersemangat," ujar pimpinan pesantren saat ditemui pada Jumat (18/7/2025). "Ketika hati mereka gembira, pintu untuk menyerap ilmu dan membentuk akhlak mulia akan terbuka lebar."
Dari Canggung Menjadi Akrab
Proses adaptasi yang seringkali diwarnai rasa canggung berhasil diubah menjadi momen keakraban melalui rangkaian kegiatan yang telah dirancang. Selama Masa Ta'aruf yang berakhir pekan lalu, para murid baru diajak untuk:
Mengenal Lingkungan: Melakukan tur di seluruh area pesantren, mulai dari gedung asrama, ruang kelas, masjid, perpustakaan, hingga fasilitas olahraga.
Sesi Perkenalan: Sesi ice-breaking dan permainan kelompok yang dipandu oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk mencairkan suasana.
Pengenalan Program: Sosialisasi mengenai program-program unggulan pesantren, seperti Tahfiz Al-Qur'an, klub bahasa Inggris dan Arab, serta kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
Salah seorang murid baru di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) mengaku awalnya merasa gugup. "Awalnya sedikit takut karena ini pertama kali mondok dan jauh dari orang tua. Tapi kakak-kakak kelas dan para guru baik sekali. Sekarang sudah punya banyak teman baru dan jadi tidak sabar untuk mulai belajar di kelas," tuturnya dengan wajah berseri.
Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh para guru yang telah dipersiapkan melalui penataan formasi baru oleh yayasan. Mereka siap mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid, menjadikan ruang kelas sebagai tempat yang interaktif dan inspiratif.
Kini, setiap pagi di Pesantren Cendekia Puruhita diawali dengan senyuman dan sapaan hangat. Aktivitas belajar mengajar telah berjalan efektif, menjadi langkah awal dari sebuah perjalanan panjang untuk meraih masa depan gemilang, sesuai dengan visi pesantren untuk melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan mulia dalam akhlak.